Ceritanya justru diceritakan dari sudut pandang cottage: setiap tahun ia menunggu kedatangan seorang anak perempuan yang bermain di pantai, berenang, memancing, bersepeda, makan pancake, dan membuat kenangan bersama keluarganya.
Sampai suatu tahun sang anak tidak datang lagi—dan cottage itu harus menghadapi perubahan, waktu yang berlalu, serta rasa kehilangan. Bertahun-tahun kemudian, si anak yang sudah dewasa kembali bersama keluarganya sendiri dan menghidupkan kembali cottage tersebut.